• Education models -- Traditional System and Modern System.
  • Independent school and was not built to affiliate with any organization or group.
  • Teachings principles based on Holy Qo'ran and Sunnah -- universal (kaaffah), comprehensiveness (syumul) and integrated (mutakaamil) understanding.
  • School graduates expected not trapped into fanatic mind by specific group and not to be taqlid Moslems (to accept and follow opinion/thinkings and religious practices without knowledge

A Free Template From Joomlashack

A Free Template From Joomlashack



Informasi Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) PDF Cetak E-mail
Unit Pendidikan - MTs
Minggu, 04 April 2010 19:55

INFORMASI  TENTANG UNIT MTs

A. Muqodimah

Madrasah Tsanawiyah Islam Ngruki Boarding School merupakan lembaga pendidikan yang  memadukan kurikulum pendidikan pesantren dan pendidikan nasional. Tujuan unit ini mempersiapkan santri agar memiliki dasar-dasar keimanan yang kuat, berakhlaqul karimah, mencintai Al_Quran, memiliki wawasan IPTEK, memiliki kemampuan  bahasa Arab dan Inggris serta siap melanjutkan ke jenjang SLTA.

MTs. Islam Ngruki Boarding School berstatus terakreditasi dengan SK Kandepag Provinsi Jawa Tengah No. A/Wk/5.C/Mts/001/1989, Unit pendidikan ini telah  menerapkan kurikulum KTSP sejak tahun 2006,  Pendidikan ditempuh selama 3 tahun, dan  menyelenggarakan Ujian Nasional.

 B. Visi Madrasah

Terbentuknya kader generasi muslim yang siap menerima dan mengamalkan Islam secara kaffah

 C. Misi Madrasah

Mempersiapkan kader Ulama’ Amilin Fi Sabilillah yang beraqidah lurus beribadah benar, berakhlak mulia, cerdas dan berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, trampil serta mandiri.

 D. Tujuan Madrasah

Membekali santri dengan dasar ilmu-ilmu syariah dan ilmu-ilmu kauniyah secara seimbang

Mempersiapkan lulusan yang berkualitas untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan SLTA

 E. Penguatan  Materi Pelajaran

Secara umum pelajaran di MTs. Islam Ngruki  Boarding School menekankan pada penguatan materi Aqidah Islam, Syariah, Bahasa Internasional (Arab dan Ingris), Al-Quran, MIPA, seni dan ketrampilan. Keseluruhan materi tersebut dan materi-materi yang lain merupakan perpaduan Kurikulum Pendidikan Pesantren, Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional dan Kurikulum  Kementrian Agama yang dilakukan secara terpadu dalam bentuk PBM (Proses Belajar Mengajar) baik yang dilakukan di kelas maupun di laboraturium.

 F. Program Unggulan

1. Kelompok Kelas  Internasional (Arab dan Inggris)

Kelompok kelas ini dalam aplikasi kurikulumnya menekankan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris secara pasif dan aktif. Namun siswa juga dituntut untuk menguasai standar isi pendidikan nasional dan kurikulum pesantren.  Dalam setiap pekannya pelajaran dua bahasa (Arab dan Inggris) tersebut diberikan alokasi waktu 14 jam pelajaran ditambah dengan praktek berbahasa dalam kegiatan ektrakurikuler.
Proses pembelajaran dikelas ini dipandu oleh para guru dari para Alumni LIPIA, Alumni Pondok Pesantren, serta Perguruan Tinggi jurusan bahasa Arab dan Inggris yang berpengalaman, serta native speaker Timur Tengah dan Australia. Proses Pembelajaran berbahasa ini  juga didukung oleh lingkungan asrama yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa resmi pesantren.

 2. Kelompok Kelas Al-Quran

Kelompok kelas Al-Quran dalam apilakasi kurikulumnya menekankan pembelajaran Al-Quran dengan menekankan penguasaa seni baca Al-Quran dan Tahfidl (hafalan) Al-Quran. Target kelas ini ingin menghantarkan siswa dapat membaca Al-Quran dengan  makhorijul huruf yang baik dan benar serta memiliki kemampuan menghafal minimal dalam satu tahunnya 2 Juz. Setamat MTs. mereka diharapkan memiliki hafalam minimal 6 Juz dengan hafalan yang terjaga. Kelas Al-Quran juga dituntut memiliki kompetensi sebagaimana diisyaratkan dalam standar isi pendidikan nasional dan kurikulum  pesantren.
Dalam satu pekan pelajaran Al-Quran diberikan sebanyak 7 jam pelajaran yang masih ditambah dengan pelajaran ektrakurikuler pelatihan praktek membaca dan menghafal  Al-Quran. Proses Pembelajaran pada kelas ini dipandu dan difasilitasi oleh para qori’ dan hufadl yang profesional. Selain itu lingkungan pembelajaran pesantren yang akrab dengan Al-Quran akan sangat membatu kematangan siswa dalam penguasaan cabang Ilmu Al-Quran ini.

 3. Kelompok Kelas Olimpiade

Kelompok kelas olimpiade menekankan pada penguasaan matematika dan IPA plus soal-soal olimpiade dari materi tersebut.  Siwa dalam kelas ini diharapkan mampu menguasai seni menyelesaikan soal-soal olimpiade Matematika dan IPA dengan sistem tepat dan cepat. Selain itu siswa juga harus memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam standar Isi dan kurikulum pesantren. Pelajaran IPA dan Matematika diberikan alokasi waktu  11 jam dalam satu pekan dan ditambah lagi dengan kegiatan ekstrakurikuler materi matematika dan IPA.
Proses pembelajaran kelompok kelas olimpiade dipandu dan dibimbing oleh guru yang profesional yang berpengalaman di bidang akademik, bimbingan belajar. Selain itu, siswa kelas ini dibimbing oleh pembimbing olimpiade Jawa-Tengah yang memiliki pengalaman sebagai pembimbing tim olimpiade setingkat nasional bahkan Asean. Proses pembelajaran kelas ini juga didukung dengan fasilitas Laboraturium yang lengkap dan memadai.

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack